Angry Birds -  Red Bird
RSS

Gara-Gara Sebuah Pena


Di salah satu sudut kota, terdapat sebuah sekolahan yang sangat di favoritkan oleh warga setempat. Sekolah ini juga mempunyai fasilitas yang cukup menjanjikan, banyak siswa dan siswi yang lulus dengan nilai yang sangat memuaskan. Dan prestasi yang di dapat dari sekolahan tersebut pun sudah sangat banyak. Letak sekolahan ini sangat strategis, tidak begitu luas namun banyak ruangan yang bisa di manfaatkan oleh siswa dan siswi untuk meraih prestasi setinggi mungkin.
Di sekolahan tersebut terdapat siswi yang bernama Tiwi. Tiwi merupakan salah satu siswa yang cerdas di kelasnya. Dia sekarang duduk di bangku kelas 11 IPA 1. Tidak hanya itu, selama dia berada di sekolahan, dia mempunyai banyak prestasi yang sudah di raihnya. Bahkan dia pernah menjuarai olimpiade Matematika tingkat Nasional.
Sampai saat ini dia masih belum terpikirkan untuk memiliki pacar. Yang ada dipikirannya adalah dia ingin membahagiakan kedua orang tuanya dengan prestasi yang sudah ia raih.
Setiap ada cowok yang ingin menjadi pacarnya, ia tolak. Karna dia tidak ingin gara-gara pacaran nilai nya menjadi anjlok.
Sampai saat menjelang penerimaan murid baru di sekolahannya, dia masih tak ingin untuk mempunyai pacar.
Pada suatu ketika, ia di panggil gurunya untuk ke ruang guru. Namun pada saat ia ingin ke ruangan guru, tiba-tiba perutnya mules. Dan Ia pun bergegas menuju toilet terlebih dahulu. Setelah selesai dan karena takut di marah, ia pun berlari dari toilet menuju ke ruangan guru.


Ketika di depan lab. Multimedia, dimana tempat tersebut adalah tempat untuk pendaftaran murid baru. Tiba-tiba saja ada anak cowok memberhentikan larian si Tiwi. Dan berkata “maaf kak, boleh pinjam pena nya?,” Tanya anak cowok tersebut. “oh, iya boleh, ini,”sambil memberikan pena tersebut ke anak cowok. “terima kasih kak, pinjam bentar kak ya?.”senyum manis yang di berikan anak cowok tersebut. Tiba-tiba saja, Tiwi ingat akan panggilan nya untuk ke ruang guru, lalu ia pun berlari dan meninggalkan cowok tersebut. Anak cowok tersebut bersikeras memanggil Tiwi namun tak di hiraukan. Anak cowok tersebut bingung, bagaimana caranya untuk mengembalikan pena yang ia pinjam tadi.
Dia masih belum terlalu mengerti dengan daerah sekolahan ini, bahkan namanya aja dia gak tau, karena belum sempat kenalan karena di tinggal lari.
Cowok tersebut mencari ide bagaimana bisa mengembalikan pena itu. Lalu dia memasuki lorongan kecil di samping lab. Multimedia. Di sana dia melihat sebuah mushola, dia duduk disana dan berharap bisa bertemu lagi dengan pemilik pena tersebut. Lama menunggu membuat dia bosan dan malu karena di lihatin dengan kakak-kakak senior. Akhirnya dia memutuskan untuk menaruh pena tersebut di depan Mushola dan di pena tersebut terdapat kertas yang di tempel cowok itu dengan tulisan “maaf kak, aku cuma ingin mengucapkan terima kasih kepada kakak yang sudah meminjamkan pena ini, kalau kakak sudah membaca kertas ini, hubungi nomor ini ya 085252356353. Kalau gak mau juga gak apa, aku juga gak akan maksa. Tapi aku berharap kakak mau menghubungi nomor itu. terima kasih. Viar.” Lalu cowook itupun pulang ke rumah.
Jam 11.50, saat azan berkumandang. Tiwi pun segera mengambil wudhu untuk solat. Tapi terlebih dahulu ia melepaskan sepatu dan kaos kaki nya di depan Mushola. Ketika ia hendak mengambil wudhu, tangan nya menyentuh benda. Benda itu tak lain adalah pena yang ia pinjamkan dengan murid baru. Tiwi pun lalu membaca surat yang ada di pena nya itu. Setelah membaca Tiwi lalu mengambil air wudhu dan langsung solat.
Ketika selesai solat, Tiwi lalu terbayang dengan isi surat tersebut. Ia bingung, di telpon apa enggak nomor itu. Ia takut kalau yang punya nomor itu akan menipu dia. Lalu  Tiwi pun cepat-cepat menghapuskan semua pikiran negatifnya itu.
                                                            ****
Malam pun tiba, saat Tiwi selesai belajar ia pun segera tidur agar besok dia tidak terlambat pergi ke sekolah. Namun saat dia ingin memejamkan matanya, lagi-lagi dia teringat dengan cowok itu, dengan nama yang tertera di kertas itu “VIAR”. Tiwi takut jika tiap waktu luang dia terus menerus memikirkan Viar.
                                                            ****
2 hari kemudian, ia gak tahan. Karena dia selalu terbayang dengan nomor itu. Dan akhirnya dengan sedikit rasa ketakutannya itu, Tiwi pun mencoba untuk menghubungi nomor yang ada di kertas itu. Tiwi pun terkejut saat mendengar suara cowok, lalu ia cepat-cepat memutuskan teleponnya itu.
Tiwi sangat takut sekali. Tidak lama kemudian Tiwi mendapat sms dari nomor yang ia telpon tadi. Pelan-pelan ia membuka sms tersebut, lalu ia melirik isi pesan tersebut dengan 1 mata. Di lihatnya isi pesan tersebut “ini siapa?”. Mau tidak mau Tiwi pun harus membalasnya “aku Tiwi, apa benar ini nomornya Viar?”. Menunggu balasan dari Viar, Tiwi pun mengambil wudhu dan segera solat duha. Karena dia ingin berdoa kepada Allah semoga Viar ini orang yang baik.
Setelah selesai solat, Tiwi pun lalu membuka sms dari Viar “Iya, ini Tiwi mana?”
Tiwi: ‘orang yang meminjamkan kamu pena’
Viar: ’oh, kak Tiwi toh namanya :D. Oh ya sekali lagi terima kasih kak ya, sudah mau meminjamkan Viar pena
Tiwi: ‘iya, sama-sama’
                                                            ****
Keesokan harinya, Tiwi selalu terbayang dengan kejadian waktu pertama kalinya ia bertemu dengan Viar. Untung saja pada saat itu di sekolahnya sedang di adakan Class Meeting. Dan mungkin saat ini Tiwi sedang jatuh cinta.
                                                            ****
2 hari kemudian, kertas yang berisi pengumuman kelulusan siswa baru di tempel di madding dekat lab. Multimedia. Tiwi pun segera melihat dan mencari nama cowok tersebut. Dan ternyata nama Viar terdapat di nomor urutan pertama. Betapa pintarnya cowok tersebut pikir Tiwi.
Saat Tiwi membalikkan badannya dan ingin pergi ke lapangan basket, dari kejauhan Tiwi melihat sosok seperti Viar. Karena malu untuk bertemu dengan Viar, Tiwi pun segera pergi ke lapangan basket untuk melihat teman sekelasnya sedang bertanding basket. Namun pada saat Tiwi duduk di bawah pohon dekat lapangan basket, Tiwi melihat Viar dari kejauhan. Ia melihat wajah Viar yang kelihatannya sangat senang. Dan Tiwi pun senyum-senyum sendiri, sampai temannya menegurnya “kenapa senyum-senyum sendiri Wi?,” “gak, hehe,” jawab Tiwi dengan dengan malu-malu. “hayooo,, pasti lagi kesemsem ya sama seseorang?,”goda temannya. “ih, apaan sih, gak kok,”jawab Tiwi dengan pipi memerah. “ciyee Tiwi lagi jatuh cinta sama seseorang, siapa Wi? Kasi tau aku dong Wi, kenalin sama aku. Aku mau lihat siapa orangnya yang udah bisa membuat seorang Tiwi jatuh cinta,hahaha,”goda temannya lagi. “apa-apaan sih kamu ini, lebay deh. Biasa aja kali.”Tiwi pun tersipu malu.
                                                            ****
Hari ini adalah hari dimana semua siswa menerima RAPOR. Setelah menunggu berjam-jam, akhirnya bel pun berbunyi, itu tandanya para siswa dan siswi akan segera mendengarkan hasil pembelajaran mereka selama kurang lebih 1 tahun.
Dan setelah di umumkan, ternyata Tiwi mendapat peringkat pertama di kelasnya. Tidak hanya itu, Tiwi pun meraih juara umum antar kelas XI. Tiwi sangat bersyukur sekali atas prestasi yang dia raih itu.
                                                            ****
Liburan pun menghampiri anak sekolahan.
                                                            ****
Memasuki liburan hari ke 7, Viar sangatlah rindu pada Tiwi. Begitu sebaliknya, Tiwi diam-diam juga memikirkan Viar. Di hati kecilnya Tiwi, dia ingin sekali merasakan pacaran. Namun dia juga masih ragu, ragu akan prestasinya yang akan anjlok jika berpacaran.
Tiwi pun memberanikan diri untuk menceritakan isi hatinya ini kepada ibunya. Dan kebetulan ibunya sedang bersantai sambil melihat keindahan bunga-bunga yang ada di taman depan rumahnya.
Tiwi: Ibu, Tiwi pengen cerita sama ibu ..
Ibu: Cerita apa? Masalah sekolah ?
Tiwi: Bukaan…
Ibu: Trus apa ?
Tiwi: Emmm,, anu bu ..
Ibu: Anu apa??
Tiwi: Hmm,, tapi ibu jangan marah dulu sebelum Tiwi cerita sampai selesai ..
Ibu: Iyaa… cerita laa..
Tiwi: Gini ….
Dan Tiwi pun menceritakan semuanya. Walaupun ia sedikit malu kepada ibunya karena menceritakan hal seperti itu.
Ibu: oohh,, ternyata kamu lagi jatuh cinta toh Wi’ :D, tak kira kamu mau cerita apa, haha
Tiwi: Ih ibu… jangan di ketawain dong, Tiwi kan jadi malu nih..
Ibu: iya.. iya.. hahaha, tapi bagus dong..
Tiwi: Bagus apanya bu?
Ibu: Ya.. baguslah, berarti kamu sekarang sudah besar
Tiwi: Yee ibu… emang aku sekarang keliatan anak kecil apa -,-
Ibu: Bukan itu maksud ibu, maksud ibu itu sekarang kamu sudah berpikiran seperti layaknya anak remaja sekarang ini. Tapi ibu gak akan marah kok kalau kamu nantinya akan pacaran sama .. siapa itu namanya ?
Tiwi:Viar.. Ih ibuu.. kan belum tentu juga dia suka sama aku
Ibu: Ha iya.. Viar.. Tapi saran dari ibu cuma satu. Kalau nanti kamu sudah pacaran sama dia, jangan lupa dengan tugas utama kamu sebagai seorang pelajar. Ingat ! sekarang kamu sudah kelas 3, LULUS tidaknya kamu itu tergantung dari diri kamu sendiri.
Tiwi: Iyaaa.. Ibu… Tiwi akan ingat kata-kata Ibu. 
                                                            ****
Beberapa hari kemudian, Tiwi sadar akan cara SMS dari Viar. Semakin hari semakin romantis. Tiwi juga takut kalau nantinya jika Viar nembak Tiwi dan Tiwi menerimanya, prestasi belajar Tiwi akan menurun. Di lain sisi, Tiwi sudah terlanjur jatuh cinta kepada Viar. 
                                                            ****
Liburan sekolah telah usai, siswa dan siswi Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas kembali masuk sekolah seperti biasanya. Namun masih banyak teman-teman satu sekolahan Tiwi yang terlambat. Padahal, di hari itu juga merupakan hari pertama anak kelas 1 MOS.
Mungkin ini kali ya,, yang namanya orang sedang jatuh cinta.. Kedua bola mata Tiwi selalu mencari sosok pria yang tlah membuat hatinya dag.dig.dug saat melihat pria tampan tersebut.
                                                            ****
Akhirnya Masa Orientasi Siswa kelas 10 telah usai, dan mereka mulai belajar namun tidak sepenuhnya belajar. Ya.. mungkin hanya perkenalan satu sama lain saja.
                                                            ****
5 bulan kemudian, Viar dan Tiwi sudah sangat akrab sekali. Orang yang tidak mengenal mereka berdua mungkin bisa saja mengira bahwa mereka itu pacaran. Tapi Viar belum cukup berani untuk menyatakan cinta kepada kakak kelas yang sudah lama ia sukai.
                                                            ****
Pada saat seminggu sebelum melaksanakan Ulangan Tengah Semester, akhirnya Viar memberanikan diri untuk menyatakan cinta kepada Tiwi secara langsung di depan rumah Tiwi, saat Viar mengantarkan Tiwi pulang sekolah.
Tiwi: emm,, makasih ya udah ngantarin Tiwi pulang sekolah
Viar: iya,, sama-sama
Tiwi: hehe, kalau gitu Tiwi masuk ke dalam ya..
Viar: eh tunggu Tiwi *sambil memegang tangan kanan Tiwi*
Tiwi: eh, ada apa? *dag.dig.dug jantung Tiwi saat di pegang tangannya oleh Viar*
Viar: aku mau ngomong sesuatu sama kamu
Tiwi: apa ? kayak Syahrini aja ‘SESUATU’ , haha *mencoba memecahkan suasana hatinya yang sedang bergemetaran*
Viar: haha, ah kamu bisa aja wi’
Tiwi: haha, eh kamu mau ngomong apaan tadi ?
Viar: hm, aku mau ngomong serius nih
Tiwi: iya, ada apa?
Viar: hmm… kita to the point aja ya
Tiwi: iya, terserah kamu aja deh. Emang apaan sih? Bikin penasaran aja
Viar: Emb… aku suka sama kamu Tiwi, mau gak kamu jadi pacar aku?
Tiwi: ha? Er…….. *gemetaran*
Viar: aku sudah lama suka sama kamu Wi’, Cuma aku baru berani aja mengungkapkannya sekarang.
Tiwi: er…. *masih gemetaran*
Viar: aku serius Wi’, aku gak bohong. Aku janji gak akan buat prestasi kamu nurun, dan aku juga janji gak akan nyakitin hati kamu
Tiwi: er… tapi maaf …
Viar: maaf buat ?
Tiwi: maaf kalo Tiwi gak bisa nolak Viar
Viar: ha? Maksudnya ?
Tiwi: yaa.. aku gak nolak :D
Viar: itu artinya……..
Tiwi: yaa…
Viar: kamu serius wi’ ?
Tiwi: iya, hehe
Viar: Alhamdulillah, pilihan ku tepat

Dan akhirnya mereka berdua pun jadian. Tiwi segera memberitahukan kepada sang ibu, dan sang ibu pun merestuinya dengan satu persyaratan yaitu tidak lupa dengan tugasnya sebagai seorang pelajar.
Dan pada saat penerimaan raport untuk Tengah Semester, semua nilai-nilai Tiwi naik. Begitu pula dengan Viar. Mereka berdua sama-sama meraih juara 1 di kelas mereka masing-masing. Tidak hanya itu, Tiwi juga mendapatkan piagam penghargaan untuk Juara 1 umum antar kelas 12 IPA, sedangkan Viar mendapatkan piagam penghargaan untuk juara 1 umum antar kelas 10.
Tiwi sangat gembira sekali, ia sadar bahwa dengan pacaran belum tentu dapat menurunkan prestasi belajar di sekolah. Asalkan ada kemauan untuk belajar lebih giat dan tidak hanya terfokuskan pada pacaran.
Manfaatkan waktu luang. Dari pada menghabiskan waktu hanya untuk mengukur jalan LEBIH BAIK belajar kelompok bersama pacar.
Ambil sikap yang positif dari pacaran untuk para pelajar. Karena kesuksesan datang dari dalam diri kita sendiri bukan dari seorang pacar. Pacar merupakan orang pendamping kita untuk menuju kesuksesan, selain itu jangan lupa untuk berdoa kepada Allah Swt. Insyaallah kita akan meraih kesuksesan dengan senang hati.
Dan berkat sebuah pena akhirnya Tiwi dapat membuka hatinya kepada satu orang. Dan orang yang beruntung adalah Viar.

>THE END<

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

2 komentar:

Unknown said...

aaaa .. cerita nya romantis n happy ending :D i like it resti :)

Unknown said...

thank you nina :)

Post a Comment

Followers

Terima Kasih Atas Kunjungan Anda